Bryan McLeod (WatersFrench5)

Persija, mendengar kata tersebut apa yang terbesit di pikiran Anda? Jakarta? Kostum Orange? Macan Kemayoran? Bambang Pamungkas? atau kehebatannya dalam menjatuhkan lawan-lawannya di lapangan hijau? Seluruh pemikiran-pemikiran hal yang demikian memang tidak salah, sebab Persija memang berkaitan erat dengan hal-hal hal yang demikian. Tapi, terdapat satu hal yang membuktikan kesebelasan asal Jakarta itu, iya ia yaitu The Jakmania.

The Jakmania yaitu sebutan bagi penggemar Persija. Penggemar dengan kostum berwarna orange ini familiar sangat kompak dan ramai di setiap laga-perlombaan yang dijalankan oleh Persija. Pendudukan bola ini memang senantiasa membawa atmosfer tersendiri di tiap-tiap kans. Kesan ramai dan onar tak jarang sepatutnya tersemat di tiap-tiap keberadaan mereka. Akan namun, hakekatnya absensi mereka teramat penting bagi Persija sendiri. Mereka seperti nyawa bagi Persija di setiap perlombaan yang dilakukannya.

Ketidakhadiran pendukung di tiap perlombaan akan menambah semangat tersendiri bagi pemain. Sorak sorai dari penyokong di tempat duduk penonton akan memberikan tenaga. Sehingga tak jarang supporter disebut sebagai pemain kedua belas. nyanyian-lagu yang mereka nyanyikan menjadi vitamin yang tak ternilai harganya. Tepuk tangan riuh yang ada di tiap-tiap akhir pertandingan menjadi alunan musik yang menenangkan.

Bagi Persija yang merupakan salah satu klub besar di Indonesia tiap perlombaan yakni kesempatan bagi mereka untuk mempertahankan prestasi dan menandakan bahwa macan Kemayoran masih mempunyai taringnya. Sehingga absensi The Jak merupakan nyawa tersendiri bagi kesebelasan asal Jakarta ini. Keramaian dan kehangatan yang dihadirkan kapabel memberikan kekuatan positif bagi tiap-tiap pemainnya. Sehingga laga bisa berlangsung layak dengan yang diinginkan.

Pendorong dari Persija ini familiar sungguh-sungguh kompak dan ramai. Tiap-tiap pertandingan yang dilaksanakan oleh Persija tribune senantiasa ramai dengan orang-orang berkostum orange. Teriakan dan dendangan nyanyian penyemangat juga selalu sukses membakar semangat perjuangan di lapangan hijau. Absensi mereka membuat suasana lebih hidup dan tentu saja menguntungkan untuk seluruh pihak. Penyokong yang berbondong-bondong datang segala sama, adalah membawa satu misi tak lain dan tak bukan merupakan kemenangan. Tidak jarang The Jakmania berharap repot-repot membawa atribut demi tampil optimal dalam mendorong jagoannya tampil di lapangan hijau.