Petterson Hvid (KlintAdcock13)

Cerita rekaan zaman lepas memang sangat menarik untuk dibaca, satu diantara cerita yang terkenal merupakan kisah menyenggol keong raka. Cerita ini menjadi luar biasa populer hingga saat ini. Kecek rakyat mengenai keong raka ini pun memiliki segudang pesan yang dapat di ambil ketika membaca. Lalu merupakan kecek singkat menyenggol keong mas yang perlu Anda tahu.

Pada zaman dahulu cerita rakyat Jawa Timur, pada suatu kerajaan hiduplah seorang putri berpanggilan Candra Lagak, dia seorang putri yang sangat mempesona. Selain Kamar Kirana pun ada seorang putri bercap Dewi Galuh. Pada unik ketika datanglah seorang tengku bernama Raja Inu Kertapati yang ingin melamar Bulan Kirana. Kekasih Galuh sembuh iri beserta pertunangan Bulan Kirana dan Raden Inu Kertapati.

Karena merasa kecil hati dan cemburu Dewi Galuh mendatangi seorang penyihir dan menginginkan kutukan untuk Bulan Kirana. Oleh karena itu berubahlah Bulan Kirana sebagai seekor lengkitang mas yang kemudian di buang di sungai yang jauh atas kerajaan. Candra Kirana tapak oleh seorang nenek serta di bawa menuju ke rumah nya. Dengan memilikinya keong mas itu di rumah si nenek besar tersaji santapan di meja, hingga unik hari si nenek sahaja ingin mengetahui siapa yang berbuat hati busuk tersebut.

Sang nenek akhirnya tahu siapa yang mewujudkan makanan untuk nya setiap hari dalam meja membaham. Dialah Bulan Kirana seorang putri yang di guna-guna menjadi keong mas sambil saudara perempuannya. Di bingkai lain Raden Inu pula sedang membanting tulang untuk mencari kekasih nya Candra Megah dan menyaru sebagai rakyat murba. Penyihir mengerti penyamaran tersebut dan menyimpangan Raden Inu hingga Tengku Inu merupakan Candra Megah di gubuk sang titisan sedang menyusuk.

Mereka dan kemudian bertemu dan pulang molek menuju istana, lalu Dewi Galuh yang mengetahui ini kabur dengan perasaan gelisah. Candra Mungil menikah serta hidup senang. Demikian lah cerita orang bawahan keong mas, jangan sungguhpun kalian sembuh iri dengan kepunyaan orang-orang lain. Karena setiap manusia sudah memiliki jalannya masing - masing.