Gotfredsen Vogel (Hutchinson26Donahue)

Seakan menjadi sebuah kewajiban, di tiap lomba wajib dihadiri penyokong atau supporter. Penunjang adalah mereka yang dengan sepenuh hati berkeinginan berkorban menyokong, memberikan semangat, dan mendoakan idolanya agar bisa menjadi yang terbaik. Dalam sebuah laga sepak bola kehadiran supporter senantiasa menarik perhatian, mulai dari kostum, nyanyian-lagu yang dibawakan, sampai jumlah manusia yang hadir. Hal tersebut berlaku pula bagi The Jakmania, sebutan bagi penyokong Persija.

http://thejakmania.me/ ialah salah satu fans club sepak bola yang absensinya selalu menarik perhatian. Mereka selalu datang dalam jumlah yang banyak malah saat perlombaan dilakukan di luar kota Jakarta. Rasa berbangga dan mempunyai yang mereka punya membuat mereka rela berkorban apa bahkan demi mendorong idolanya beraksi di lapangan hijau.

Keramaian yang senantiasa sanggup mereka hadirkan tentu saja memberikan sanggup menjadi support system tersendiri bagi para pemain Persija. Akan namun, hal hal yang demikian berbeda dengan sudut pandang masyarakat. The Jak sering kali kali mendapatkan image atau pengevaluasian yang kurang baik dimata masyarakat. Mereka yang hadir dengan jumlah banyak dan dengan keramaian serta kebisingan yang tidak tertahan sering kali disebut-sebut sebagai wujud riil dari fanatisme yang berlebihan sehingga menyebabkan masyarakat menjadi terganggu.

Ketidakhadiran mereka yang terkadang tak melihat kondisi dan keadaan sekitar menyebabkan keresahan tersendiri dimasyarakat. Tidak jarang kehadiran mereka justru membikin ketidaknyamanan dimasyarakat. Selain rasa tidak nyaman, rasa tak aman juga kerap kali timbul saat pendorong dari macan Kemayoran ini telah keluar dari kadangnya. Khususnya-lebih dikala hasil pertandingan tak cocok dengan yang mereka harapkan.

Kegaduhan, kerusuhan, dan kericuhan yang mereka sebabkan sesungguhnya tak segala dilaksanakan oleh pendukung Persija tersebut. Kejadian hal yang demikian muncul sebab adanya oknum provokator yang kerap kali memancing emosi para pendukung. Provokator lazimnya timbul ketika hasil lomba tak pantas dengan yang diharapkan. Mereka akan menggiring opini yang memancing api permusuhan di antara pendukung.

Tak jarang sebab adanya provokasi hal yang demikian membuat beberapa fasilitas lazim menjadi rusak dan lagi-lagi masyarakat dan negaralah yang harus menanggung kerugiannya. Karenanya dari itu, bijaklah dalam bersikap, mendukunglah dengan sistem bijak. Jangan sampai fanatisme yang kita miliki menghasilkan kita tidak dihargai dimata orang lain dan merugikan nama The Jakmania itu sendiri.