Boyette Moran (CummingsDowns83)

Wabah Covid-19 belum kunjung menonjol ujungnya. Mengikuti ini tidak hanya berpengaruh pada sektor ekonomi, seperti yang sering kali dibicarakan media. Dunia Esports Indonesia ikut menikmati kesusahannya selama pandemi virus ini masih bergulir malah di hampir semua dunia. Salah satu akibat yang terjadi di dunia Esports Tanah Air hingga mancanegara ialah penundaan progres gelanggang final dari persaingan bergengsi Esports. Final Asia Pacific Predator League harus ditunda sampai tahun depan.

Ya, persaingan bergengsi Esports dengan skala internasional ini diumumkan akan ditunda proses finalnya, setidaknya sampai bulan April atau Juni pada tahun 2021. Seperti yang diumumkan pihak penyelenggara, yaitu Acer, situasi dikala ini sangat tak memungkinkan untuk menggelar persaingan final karena akan mengundang banyak orang dari kalangan peserta, staf, hingga penonton. Meski mengalami pengunduran, nantinya gelanggang final persaingan ini akan tetap dikerjakan di Filipina.

Perlu dikenal, Acer menunda pengerjaan acara tersebut dengan banyak pertimbangan. Namun, keputusan penundaan acara hal yang demikian utamanya didasarkan pada unsur kesehatan dan keselamatan yang lebih dipentingkan untuk segala pihak, mulai dari penyelenggara hingga peserta. Isu bagusnya, regu-tim yang sebelumnya sudah memenuhi kualifikasi untuk beradu tanding, termasuk regu Esports Indonesia, konsisten akan diundang dan diberitahukan jadwal selengkapnya untuk arena final acara ini pada tahun 2021 mendatang.

Lebih lanjut, Presiden Operasional Acer kawasan Asia Pasifik, menegaskan, kancah tersebut bukan dibatalkan, tapi cuma ditunda. Mencontoh ini diungkapkan sebab Acer masih berkomitmen untuk memberi wadah yang kondusif dan suportif untuk para pegiat kelompok sosial gaming dan para gamer itu sendiri. Jadi, selama masa darurat Covid-19 masih berlangsung hampir di segala belahan bumi, kompetisi yang sudah menjelang babak final ini diundur sampai tahun depan demi kepentingan bersama.

esportsk , Asia Pacific Predator League pertama kali diadakan di Jakarta pada tahun 2018 lalu. Acara ini diinisiasi sebagai wujud apresiasi merek Esports, Predator, dalam menyokong industri game online. Seri kedua dari acara ini digelar di Bangkok, Thailand, dengan catatan lebih dari 10.000 penonton pula yang bergabung secara online. Di tahun ini, setidaknya 20.000 karcis terjual untuk tempat duduk penonton di Manila, Filipina. Sebanyak 17 negara mengikuti arena ini, sementara Indonesia mengirimkan dua wakil di pentas Esports se-Asia Pasifik itu, atas nama BOOM Esports dan Victim Rise.

Walaupun pengumuman penundaan arena final ini, pihak penyelenggara langsung menyesuaikan nama acara, menjadi Asia Pacific Predator League 2020/2021. Meskipun diundur, nantinya kontestan yang sudah legal diucapkan bergabung akan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jadwal baru yang akan disusun, sementara penggemar dapat terus mencontoh beritanya di media Esports Indonesia ini, atau akun media sosial acara hal yang demikian.