Adler Coley (CastilloPehrson9)

Geotextile Non Woven adalah salah satu tipe dari Geotextile yang tak teranyam, dan berbentuk merupakan seperti karpet kain. Pada Umumnya bahan dasar yang diwujudkan merupakan terbuat dari bahan seperti polimer Polyesther atau PET dan Polypropylene atau PP. Dimana Mitra Baba yang dapat memproduksi Geotextile non woven ini yang dapat diproduksi dengan bagus dari bahan serat stapel pendek dan benang filamen secara terus menerus.

Serat ini dapat terikat bersama-sama dengan mengaplikasikan termal, dan kimia maupun mekanis teknik dan kombinasi teknik. Dimana Geotextile non woven ini mempunyai sungguh-sungguh sedikit dari dampak pada sifat-sifat dari geosynthetic non woven. Selain itu geotextile non woven ini yang bisa diproduksi oleh mitrababa melewati sebuah cara kerja mekanik ataupun saling kimia dan atau ikatan termal serat atau filamen.

Termal yang terikat non woven ini juga mengandung dari beragam keterbukaan dari ukuran serta juga ketebalan yang khas yaitu sekitar 0.5-1 mm. Meskipun kimia yang terikat dengan geotextile non woven ini relatif lebih tebal dari biasanya adalah berada di urutan 3 mm. Kecuali itu disisi lain sebuah mekanis yang terikat geotextile non woven ini memiliki ketebalan yang juga khas adalah dalam kisaran sekitar 2-5 mm.

Disamping itu juga cenderung dan relatif berat hal ini karena besar dari jumlah polimer filamen yang seharusnya menyediakan jumlah untuk memadai dan terjerat dari kabel silang filamen yang diterapkan untuk ikatan yang sungguh-sungguh memadai. Fungsinya sebagai Separator atau Pemisah, yakni Sebagai separator ataupun pemisah, dimana Geotextile Non Woven ini bisa berfungsi untuk dapat mencegah tercampurnya sebuah lapisan material yang satunya dengan material-material yang lainnya.

Contoh dari penggunaan Geotextile ini yang sebagai separator yakni pada sebuah proyek pembangunan jalan yang berada di atas tanah dasar yang lunak seperti contohnya berlumpur. Dimana Pada proyek hal yang demikian Geotextile ini dapat mencegah naiknya lumpur hal yang demikian ke metode perkerasan, kemudian tak terjadi sebuah pumping effect yang tentunya akan gampang bisa merusak perkerasan jalan.

Disamping itu eksistensi dari Geotextile ini juga bisa memudahkan sebuah proses pemadatan dalam metode perkerasan. Kemudian sebagai Stabilization atau Stabilisator dimana Fungsi dari geotextile non woven ini sering kali disebut dengan sebagai Reinforcement atau Perkuatan. Contohnya saja diterapkan pada beberapa proyek-proyek seperti timbunan tanah dan perkuatan lereng dan lainnya.

Fungsi ini sendiri sebenarnya masih menjadi sebuah polemik di kalangan para pakar geoteknik, hal ini sebab Geotextile ini berprofesi dengan menggunakan sebuah metode membrane effect dimana hanya mengandalkan sebuah tensile strength atau kuat tarik sehingga kemungkinan terjadinya sebuah penurunan setempat pada timbunan hal yang demikian masih besar, dikarenakan kurangnya dari kekakuan bahan.