Rutledge Lau (XuWeiner0)

Istilah thaharah dalam Islam berkaitan secara pemotongan ceker, mencukur rambut dan bulu kemaluan dan melakukan khitan. Bagi Anda umat Islam wajar sudah tahu mendengar perumpamaan sunat hawa bukan? Ya, meskipun agak tabu tetapi beberapa lingkungan di Indonesia dan Arab Saudi sedang menjalankan akal budi demikian. Disadari atau gak, sunat untuk kaum cewek tentu menjadikan tersendiri kira masyarakat yang menganutnya. Selain alasan virginitas, sunat kira perempuan pun dinilai sederajat tradisi yang harus dilestarikan terlepas dari adanya dampak negatif hisab kesehatan ini sendiri.

Budaya sunat dara di Nusantara masih sangat sering dijumpai. Khususnya pada wilayah Sunda atau Jawa Barat. Lazimnya bayi perempuan akan disunat atau dipotong klitorisnya dengan demikian sunat tersebut tidak dilakukan ketika budak beranjak mantap seperti halnya pada sunat cowo. Akan tetapi dewasa ini terjadi pertentangan antara masyarakat tempatan dengan pekerja kesehatan menyenggol dampak sunat bagi dara yang dinilai memberikan wibawa negatif seperti berkurangnya saraf-saraf perasa, terlintas kemungkinan terjadinya infeksi olehkarena itu ureter dan vagina yang berdekatan. Belum lagi disematkan dengan hukum Islam yang belum dengan rinci mengkritik hukum sunat bagi perempuan membuat tradisi tersebut remeh mulai ditinggalkan.

Lantas, segala sesuatu hukum sunat perempuan pada Islam? lalu adalah penjelasannya. Sunat / memotong sekitar alat kemaluan dalam Islam ditujukan untuk membuang jijik yang terabadikan di antara pipit. Akan tetapi menyandarkan sunat adalah sunah kira laki-laki serta tidak ada patokan sunat kira perempuan. Sunat bagi cewek dianggap serupa budaya yang dulunya di lakukan di daerah Arab. Bagi umat Arab & sekitarnya alat kelamin perempuan mempunyai semacam gelambir yang menghalangi vagina. Per karenanya sunat bagi cewek diberlakukan pada sana menuakan pentingnya fungsi sunat untuk menghilangkan jijik tersebut.

Segera bagaimana dalam Indonesia? Mengingat morfologi dari vagina suku Indonesia yang bukan memiliki tingkatan penghalang oleh sebab itu sunat kira perempuan gak perlu untuk dilakukan. Selain itu gak adanya hukum Islam yang mengatur sunat pada cewek membuat sunat tidak butuh dilakukan. Walaupun demikian bagi kira-kira daerah dalam Indonesia yang telah melakukan sunat bagi dara secara rugi temurun rumpil untuk menghilangkan budaya ityu. Akan tetapi demi campur tangan medis untuk memproklamasikan sunat bagi perempuan mereka aman dan bebas daripada dampak negatif yang mungkin terjadi.

Demikianlah hukum sunat perempuan dalam Islam yang harus Kamu ketahui. Pada dasarnya sunat di perempuan ialah sebuah tradisi. Maka melaksanakan atau bukan adalah kesukaan bagi Kamu. Semoga berguna.